Demak Tanggap Covid-19

Pusat Informasi Seputar Covid-19 Di Kabupaten Demak
Hotline Covid-19 Call Center 112 atau 119

Kabar Terbaru Seputar Covid-19 Di Kabupaten Demak


Monitoring Covid-19 Kabupaten Demak

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Demak
Update terakhir : Senin, 20 September 2021 18:30 WIB
*data dapat berubah sewaktu-waktu

Data Kontak Erat
Dalam Pemantauan : 281

Selesai Pemantauan : 65856

 

 

Data Kasus Suspek
Dalam Pengawasan : 12

Selesai Pengawasan : 5190

 

 

Data Kasus Terkonfirmasi
Dirawat di RS Demak : 1
Dirawat di luar RS Demak : 7
Karantina : 17

Sembuh : 11470

Meninggal : 1282

Data Pelaksanaan Vaksinasi

Data Pelaksanaan Swab
Kabupaten Demak

Sumber data : allrecord-tc19.kemkes.go.id

No Tanggal Jumlah Swab Test Terkonfirmasi Positif Kumulatif Swab Test
1 19 January 2021 87 0 21.955
2 18 January 2021 106 0 21.868

Frequently Asked Question (FAQ)
Seputar Covid-19

Pertanyaan yang sering di tanyakan seputar covid-19

Virus korona adalah sebutan untuk jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Disebut korona karena bentuknya yang seperti mahkota (korona ~ crown = mahkota dalam bahasa Latin).

Beberapa contoh penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus korona antara lain MERS (Sindrom Pernafasan Timur Tengah) dan SARS (Sindrom Pernafasan Akut Parah).

Virus korona terbaru yang ditemukan yang ditemukan di Wuhan, Tiongkok, pada bulan Desember 2019 diberi nama SARS Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Sumber: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
Penularan terjadi melalui droplet (butir-butir tetesan cairan) dari hidung atau mulut yang menyebar saat pembawa virus COVID-19 batuk, bersin atau meler. Tetesan cairan tersebut akan menempel pada benda atau permukaan di sekitarnya. Dan kemudian masuk ke mulut, hidung atau mata. Atau menyentuh permukaan bekas terkena butir cairannya dengan tangan lalu tangan mengusap mulut, hidung atau mata. Inilah alasan pentingnya sering-sering cuci tangan dan jangan menyentuh muka dengan tangan.

Orang sehat dapat tertular saat tangan mereka menyentuh permukaan yang terkena tetesan tersebut dan kemudian tanpa sadar menyentuh mata, mulut, ataupun hidung (selaput lendir). Virus juga bisa masuk saat orang sehat secara tidak sengaja menghirup tetesan cairan saat si pembawa virus batuk atau bersin.
-Rajinlah mencuci tangan dengan sabun atau pembersih tangan berbasis alkohol minimal 60%
-Jaga jarak dengan orang yang tampak sakit sepanjang kurang lebih 1 meter.
-Jika sakit, pastikan untuk tidak menyebarkan virus ke orang lain dengan mengurangi bepergian. Ketika keluar rumah, pakailah masker. Jika bersin, tutup mulut dan hidung dengan tisu dan buang tisunya sesegera mungkin.

Sumber: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
Masih belum pasti berapa lama virus ini dapat bertahan di permukaan, tetapi tampaknya virus ini memiliki karakteristik yang sama dengan virus korona lainnya. Studi menunjukkan bahwa virus korona (termasuk beberapa informasi awal tentang COVID-19) dapat bertahan selama beberapa jam di permukaan. Ini dapat bervariasi di dalam kondisi yang berbeda (mis. jenis permukaan, suhu atau kelembaban lingkungan). Tetapi sabun maupun cairan disinfektan sederhana dapat membunuhnya.

Sumber: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
Masa inkubasi (dari masuknya virus ke dalam tubuh sampai munculnya gejala awal) adalah 1 – 14 hari, dengan rata-rata timbulnya gejala selama 5 hari.

Sumber: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
Simptomatik artinya bergejala. Jadi, bila seseorang terinfeksi virus ini, akan timbul gejala yang umumnya diawali dengan demam dan rasa tidak enak badan, diikuti batuk kering (dalam waktu seminggu) yang jika memberat bisa diikuti sesak napas.

Beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali. Ini yang disebut sebagai asimptomatik. Sampai saat ini bukti ilmiah menunjukkan bahwa risiko penularan dari pasien COVID-19 yang asimptomatik sangat kecil.
Sampai saat ini, belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa virus ini dapat ditularkan ibu ke bayinya selama di dalam kandungan ataupun apa dampak yang bisa dialami oleh bayi. Hal ini sedang dalam penelitian lebih lanjut. Ibu hamil harus menerapkan tindakan pencegahan yang tepat dan mendapatkan perawatan medis segera jika mengalami gejala yang mirip dengan gejala infeksi virus korona baru ini, seperti demam, batuk, dan sesak napas.

Sumber: https://www.unicef.org/indonesia/id/coronavirus
Semua ibu yang berada di daerah yang terjangkit atau memiliki risiko tinggi infeksi harus segera mencari perawatan medis jika timbul gejala demam, batuk, atau sesak napas. Mengingat menyusui memiliki banyak manfaat dan tidak ada pengaruh signifikan dari transmisi virus penyakit pernapasan melalui ASI, ibu dapat terus menyusui, tapi ingat untuk menggunakan masker supaya tetesan cairan dari mulut dan hidung tidak terciprat ke bayi. Pastikan ibu rajin mencuci tangan sebelum menggendong bayi maupun menyusui.

Sumber: https://www.unicef.org/indonesia/id/coronavirus